TIMES FAK FAK, MAGELANG – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa kepala daerah perlu aktif menarik para investor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Untuk membangun kepercayaan investor, kepala daerah harus memiliki kredibilitas dalam memberikan pelayanan yang memudahkan mereka untuk berusaha. Selain itu, kolaborasi antarpihak juga dibutuhkan untuk mendukung berbagai rencana pembangunan.
Luhut menjelaskan, untuk membangun perekonomian, kepala daerah dapat melibatkan akademisi dari perguruan tinggi di daerah masing-masing. Mereka bisa dilibatkan dalam upaya menemukan langkah strategis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian.
Dia menjelaskan, untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selain itu juga harus mampu menavigasi berbagai tantangan, baik global maupun domestik. Namun hal itu dapat diatasi melalui kolaborasi banyak pihak.
"Saya pikir kita kalau kompak tidak ada yang bermasalah, saya pikir bisa kita selesaikan, masalah apa pun itu kita bisa selesaikan," jelasnya saat menjadi pembicara pada Retret Kepala Daerah di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Rabu (26/2/2025).
Kekompakan itu telah ditunjukkan saat Indonesia diterpa Covid-19. Indonesia dinilai berhasil menangani pandemi tersebut. Keberhasilan itu tidak lepas dari kerja sama semua pihak. Dengan demikian, kolaborasi dalam menumbuhkan ekonomi pun dinilai dapat dilakukan.
"Presidennya mau kerja keras cepat ya kita dukung saja, tapi kita harus kompak," jelasnya.
Ia mengingatkan kepala daerah agar memanfaatkan jabatannya untuk mengabdi kepada masyarakat dan menjawab berbagai tantangan. Menurutnya, tantangan tersebut bakal bisa ditangani bila semua pihak yang terlibat bersatu.
"Tapi inti dari saya bilang, bangun kebersamaan dan banggalah kau jadi orang Indonesia," tandasnya.
Kolaborasi, Kunci Penting Pembangunan
Sementara Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto mengamini kolaborasi menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan. Hal ini termasuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, semakin kuat kolaborasi dan sinergi, maka seluruh hambatan dapat diatasi. "Moga-moga kepala daerah yang sekarang ini lebih komunikatif, lebih koordinatif, dan bisa berkolaborasi secara baik untuk sama-sama membangun bangsa ini," jelasnya.
Dia menjelaskan, pihaknya bakal bekerja dengan mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bersama kementerian maupun lembaga termasuk pemerintah daerah (Pemda).
Pihaknya bakal memastikan dan mengawasi program-program pembangunan berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan. Hal ini baik Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) di kementerian/lembaga maupun Pemda.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengidentifikasi dan menginvestigasi khusus permasalahan atau hambatan-hambatan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan. Ini dilakukan dengan mengacu pada penugasan presiden dan undang-undang.
"Namun kami lebih cenderung mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara seluruh kementerian dan lembaga," terangnya.
Pihaknya siap membantu para kepala daerah bila mendapati hambatan ketika melakukan pembangunan. Sejak dilantik, dirinya mengaku telah berupaya mengatasi berbagai hambatan melalui kolaborasi di sejumlah instansi. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tumbuhkan Ekonomi, Kepala Daerah Diminta Aktif Tarik Investor dan Perkuat Kolaborasi
Pewarta | : A Riyadi |
Editor | : Ronny Wicaksono |