TIMES FAK FAK, JAKARTA – Donald Trump membagikan video AI yang berisi tentang visinya di Gaza dan menampilkan patung emas, penari perut berjanggut, seta Netanyahu dan Trump berjemur di kursi malas.
Rekaman yang dibagikan pria berusia 78 tahun itu tanpa komentar. Rekaman itu menunjukkan wilayah yang dilanda perang berubah menjadi surga Timur Tengah dengan pantai-pantai eksotis, gedung pencakar langit bergaya Dubai, kapal pesiar mewah, serta orang-orang yang berpesta, termasuk Elon Musk.
Termasuk menara 'Trump Gaza' dan patung emas raksasa presiden AS itu dengan versi miniaturnya dijual di toko cenderamata.
Seperti dilansir Sky News, Donald Trump telah membagikan video buatan AI tersebut di platform Truth Social miliknya yang memperlihatkan apa yang tampak seperti visi Gaza di bawah rencana yang diusulkannya dengan keterangan: 'Gaza 2025... Apa Selanjutnya?'
Seorang anak juga terlihat berjalan di jalan sambil memegang balon emas besar berbentuk kepala presiden AS itu.
Video tersebut juga menampilkan pemimpin dunia tersebut menari dengan penari perut berpakaian minim di sebuah bar dan berjemur serta menyeruput koktail di tepi kolam renang resor hotel bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu .
Elon Musk muncul dalam rekaman tersebut beberapa kali yang duduk di pantai sambil memakan hummus dengan roti pipih sementara penari perut berjanggut tampil di atas pasir.
Bos miliarder X, Tesla, dan SpaceX - yang juga memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS (DOGE) yang ditugaskan untuk memangkas pengeluaran pemerintah juga terlihat melemparkan uang dolar ke udara untuk orang-orang.
Sebuah lagu yang ditulis untuk video tersebut juga diputar sebagai latar belakang. Liriknya berbunyi:
"Donald datang untuk membebaskanmu, membawa cahaya agar semua orang bisa melihatnya, tak ada lagi terowongan, tak ada lagi rasa takut: Trump Gaza akhirnya ada di sini.
"Trump Gaza, masa depan yang cemerlang dan keemasan, kehidupan yang benar-benar baru.
"Berpesta dan berdansa, kesepakatan selesai, Trump Gaza nomor satu."
Sky News sendiri telah menetapkan bahwa video tersebut pertama kali dibagikan daring pada awal Februari oleh akun-akun yang tidak memiliki hubungan jelas dengan Gedung Putih.
Reaksi beragam terhadap video tersebut di bagian komentar bermunculan di bawahnya.
Seseorang menulis: "Menurut saya itu tidak lucu atau keren. Maaf. Apakah saya melewatkan sesuatu??? Saya harap itu lelucon yang buruk.."
"Saya benci ini. Saya cinta presiden kita, tapi ini mengerikan," kata yang lain.
Pengguna One Truth Social menulis: "Tuan Presiden, meskipun saya menghargai apa yang anda lakukan, ini bukan tentang Anda. Kemuliaan dan kehormatan bagi Tuhan, karena tanpa Dia, Anda tidak akan bisa mencapai apa pun. Patung itu adalah simbol antikristus, mohon rendahkan diri Anda kepada Tuhan. Yesus adalah raja dan hanya Dia."
"Anda hebat, Tuan Presiden. Namun, jangan sampai Anda sombong. Tuhan menempatkan Anda di posisi itu untuk kemuliaan-Nya, bukan kemuliaan Anda," kata yang lain.
"Bisakah kita mengubah kota-kota AS agar terlihat seperti visi 2025 ini terlebih dahulu? Kota-kota kita penuh dengan bangunan-bangunan jelek dan orang-orang tunawisma," tulis seorang pengguna.
"Semuanya tampak baik-baik saja, menjauhlah saja dari orang-orang ini," kata yang lain, sambil mengunggah ulang tangkapan layar para penari perut berjanggut.
PBB Menentang
Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, Rabu kemarin menyatakan menolak usulan "melanggar hukum" untuk aneksasi atau pemindahan paksa dari wilayah Palestina, dengan peringatan bahwa usulan tersebut merupakan ancaman bagi seluruh wilayah.
"Kita harus menolak segala bentuk normalisasi perilaku yang melanggar hukum, termasuk usulan untuk aneksasi atau pemindahan paksa," katanya.
Usulan tersebut "dapat mengancam perdamaian dan keamanan warga Palestina dan Israel, dan wilayah yang lebih luas," ia memperingatkan, seraya menegaskan bahwa "inilah saatnya suara-suara yang masuk akal menang."
Turk tidak memberikan perincian, tetapi telah terjadi peningkatan tingkat kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat dan seruan untuk aneksasi setelah Israel mengumumkan perluasan operasi militer di wilayah Palestina yang diduduki.
Donald Trump telah berulang kali mengusulkan untuk mengosongkan Gaza yang dilanda perang dari warga Palestina.
Ia juga melontarkan gagasan pengambilalihan Gaza oleh AS yang akan merelokasi penduduk Palestina, usulan yang mendapat kecaman luas, tetapi disambut baik oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Namun kemudian Trump tampak melunakkan rencananya, dengan mengatakan bahwa ia hanya merekomendasikan ide tersebut, dan mengakui bahwa para pemimpin Yordania dan Mesir, tujuan yang diusulkan untuk warga Gaza yang direlokasi telah menolak segala upaya untuk memindahkan warga Palestina yang bertentangan dengan keinginan mereka.
Namun, akun media sosial resmi presiden AS itu pada hari Rabu masih ngotot dengan visinya dengan mengunggah video yang tampaknya dibuat oleh AI, dengan menggambarkan Gaza yang dilanda perang itu dibangun kembali menjadi resor tepi laut, lengkap dengan patung emas Donald Trump sendiri yang menjulang tinggi. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Donald Trump Sebar Visinya Tentang Gaza, Ada Patung Emas Hingga Elon Musk
Pewarta | : Widodo Irianto |
Editor | : Ronny Wicaksono |